Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana / SMALL CLAIM COURT


http://www.bebasbayar.com/?b=2f57bd62


Urus Ayam Keluar Sapi' ooo...
Pernah mendengar pepatah mengurus ayam malah keluar sapi?
Pepatah ini memungkinkan ketika kita menggugat keperdataan di pengadilan Indonesia.
Maksud hati ingin meminta keadilan atas cidera janji
Rp 30 juta, tapi malah ongkos yang keluar hingga
Rp 100 juta. Itu pun sangat lama... a see soo...


Peribahasa itu bukannya tanpa alasan sebab hukum warisan penjajah Belanda memungkinkah hal tersebut. Hukum perdata ini tidak membedakan perkara kecil atau besar, semua dibabat sama rata yaitu proses lama, panjang dan berlarut-larut.

Penggugat harus mengeluarkan biaya pengacara, biaya bolak-balik ke pengadilan hingga rugi waktu.


Untuk mengakhiri hal ini, Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan ...,

Peraturan MA (Perma) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana.

Perma ini dikeluarkan karena Indonesia berada di peringkat ke-114 dari 180-an negara di dunia dalam survei penyelesaian sengketa kontrak.

Padahal negara tetangga Indonesia, Singapura menduduki peringkat 1 dalam kecepatan penyelesaian sengketa kontrak. Adapun Korea Selatan (Korsel) menduduki peringkat kedua sebagai negara tercepat menyelesaikan permasalahan kontrak di pengadilan.



"Survei Bank Dunia di Easy Doing Business adalah salah satu indikator Perma ini ada.

Seberapa lama dan mahalnya menyelesaikan sengketa kontrak dalam suatu negara dan Indonesia di peringkat 114 dari 189 negara," ucap hakim agung Syamsul Maarif dalam wawancara khusus di ruangannya di lantai 4 Gedung MA, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta akhir pekan lalu.



Syamsul mengatakan, penyelesaian sengketa kontrak di Indonesia sangat lama.

Apalagi ada 3 upaya hukum lanjutan setelah bersengketa di pengadilan tingkat pertama. Proses penyelesaian hingga putusan berkekuatan hukum tetap bisa memakan waktu 1 tahun lebih.


Dengan adanya Perma Nomor 2 Tahun 2015 atau yang juga dikenal dengan Small Claim Court ini, diharapkan perkara-perkara yang memiliki nilai kerugian maksimal Rp 200 juta dapat diselesaikan dalam waktu 25 hari. Sehingga, Syamsul berharap, adanya percepatan penyelesaian sengketa kontrak dapat membuat investor merasa lebih aman dalam berinvestasi.

"Bayangkan saja, saya sebagai hakim agung pernah memegang perkara sengketa kontrak yang nilainya cuma Rp 25 juta," ucap pengajar Universitas Brawijaya, Malang ini.

Bagaimana proses bersidangnya? Menurut Syamsul, proses bersidangnya bisa dikatakan sangat mudah.

** Penggugat bisa langsung mendaftarkan perkara ke pengadilan negeri dengan syarat penggugat dan tergugat harus 1 wilayah hukum yang sama.

** Kalau sudah berbeda PN, itu bukan sederhana lagi namanya karena harus ada delegasi undangan panggilan sidang yang memakan waktu lebih dari 24 hari," ujar mantan komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ini.


Setelah mendaftarkan, Ketua Pengadilan Negeri akan menentukan berapa biaya jaminan perkara dan setelah itu sidang akan dipimpin hakim tunggal.

Bila keberatan, Syamsul menambahkan, ada upaya hukum lanjutan namun tetap dilakukan di pengadilan setempat.


"Kalau tidak puas silakan ajukan bukti baru dan nanti sidangnya akan diisi oleh 3 majelis hakim yang lebih senior. Dalam waktu 7 hari keberatan harus sudah diputuskan," ucapnya.


Sehingga total waktu yang dibutuhkan sejak sidang pertama hingga putusan mempunyai kekuatan hukum tetap adalah 25 hari kerja.

Apakah boleh mengajukan gugatan immateril?


"Tidak. Hanya terkait materiil saja," jawab Syamsul.

Dengan adanya Perma ini, maka masyarakat tidak perlu khawatir apabila mengalami sengketa keperdataan. Cukup dalam tempo 25 hari kerja dengan biaya yang ditanggung pihak yang kalah, maka permasalahan wanprestasi dan perbuatan melawan hukum berkekuatan hukum tetap. Tidak perlu ada upaya banding, kasasi atau peninjauan kembali (PK).

-----------------------------------------

20 Poin Penting Soal Gugatan Sederhana, Small Claim Court,......


Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan Peraturan MA (Perma) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana.

Perma ini mengakhiri hukum perdata warisan kolonial yang panjang, bertele-tele dan menguras banyak biaya berperkara di pengadilan.


Sebagaimana diketahui, hukum acara perdata Indonesia merupakan hukum acara warisan kolonial Belanda. Yaitu diatur dalam Herzien Inlandsch Reglement atau biasa disingkat HIR dan Rechtreglement voor de Buitengewesten atau biasa disingkat RBG. HIR berlaku di Jawa dan Madura dan HIR berlaku di luar Jawa-Madura. Peraturan ini berlaku sejak tahun 1848. Kedua hukum ini tidak membedakan nilai gugatan dan disamaratakan semua, baik Rp 1 juta atau pun Rp 100 miliar.

Alhasil, gugatan yang nilainya sederhana menjadi panjang dan rumit.


Di luar negeri, hukum acara perdata yang singkat ini biasa disebut dengan Small Claim Court. Berikut 20 tanya jawab seputar Small Claim Court tersebut sebagaimana dirangkum detikcom, Selasa (6/10/2015):


1. Siapa saja yang bisa jadi pihak di SmallClaim Court?

Semua pihak, baik perorangan atau badan hukum. Keduanya sama-sama bisa jadi penggugat dan sama-sama bisa jadi tergugat.



2. Bolehkah antara pihak penggugat dan tergugat beda wilayah hukum?

Tidak boleh. Kedua belah pihak harus satu kota atau satu kabupaten.



3. Mengapa penggugat dan tergugat harus satu kota atau satu kabupaten?

Karena jika berbeda kabupaten, sudah bukan kasus sederhana lagi.



4. Ada berapa pihak dalam perkara SmallClaim Court?

Satu orang/badan hukum pihak penggugat dan satu orang/badan hukum pihak tergugat. Lebih dari satu pihak, bukan perkara sederhana lagi.



5. Perkara apa saja yang disidangkan di SmallClaim Court?

Semua perkara perdata, baik wanprestasi atau perbuatan melawan hukum.



6. Apa saja yang dikecualikan disidangkan diSmall Claim Court?

Perkara yang sudah diatur oleh UU khusus dan sengketa tanah.


7. Berapa rupiah batasan perkara Small Claim Court?

Nilai gugatan maksimal Rp 200 juta.

8. Apakah penggugat boleh meminta ganti rugiimmateril?

Tidak boleh, Penggugat hanya dibolehkan meminta ganti rugi sebesar kerugian materiil yang dialami.


9. Berapa biaya yang dikeluarkan?

Biaya yang dikeluarkan sesuai kebijakan masing-masing Pengadilan Negeri setempat sebagaimana layaknya biaya gugatan perdata biasa.



10. Siapa yang menanggung biaya berperkara?

Awalnya ditanggung penggugat (panjer), setelah perkara diputus maka dibebankan kepada pihak yang kalah.



11. Bagaimana jika penggugat masuk kategori miskin?

Biaya perkara ditanggung APBN dengan menunjukan surat tidak mampu dari pihak terkait. PN setempat akan membantu proses gugatan tersebut.



12. Berapa lama proses sidang?

Maksimal 25 hari kerja sejak sidang pertama dibuka.



13. Apakah ada upaya hukum?

Tidak ada upaya hukum banding, kasasi atau pun Peninjauan Kembali (PK).



14. Bagaimana eksekusi putusan ini?

Perma ini hanya mengatur hukum acara sidang sehingga eksekusi tetap mengikuti hukum acara eksekusi pada umumnya.



15. Apakah harus didampingi advokat?

Boleh didampingi, boleh tidak didampingi advokat.



16. Jika tidak didampingi advokat, bagaimana penggugat tahu tata cara gugatan?

Penggugat tinggal menghubungi pengadilan negeri setempat sebab panitera sudah menyediakan formulir gugatan dan penggugat tinggal mengisinya.



17. Apa saja yang harus penggugat lakukan saat mendaftar?

Penggugat harus langsung menyertakan bukti perkara, seperti foto kopi perjanjian, foto kopi kuitansi dan sebagainya serta membayar uang panjer.



18. Apakah penggugat harus hadir?

Benar, penggugat harus hadir pada sidang pertama sebab jika tidak hadir maka gugatan langsung dicoret.



19. Apakah tergugat harus hadir?

Benar, tergugat harus hadir setelah maksimal diundang dua kali sebab jika tidak hadir maka gugatan langsung diputus tanpa kehadiran tergugat.



20. Bagaimana dengan perkara yang juga berpotensi diadili di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)?

Penggugat bisa memilih apakah memakai BPSK atau menggunakan Small Claim Court. Satu perkara tidak bisa diadili di BPSK dan Small Claim Court. (asp/try)



Inilah kupasan untuk rekan yang tersandung masalah untuk mengurainya dengan solusi yang dianggap rekan bisa terselesaikan.

semoga bermamfaat

KLIK http://goo.gl/BN5Wbv